Awan Membentuk ‘Topi’ di Gunung Semeru, BMKG: Sangat Jarang

Senin, Desember 10th 2018. | NASIONAL, Nusantara, RAGAM | Dibaca 953 Kali

Foto: Istimewa/Arifin

MALANG (MS)¬†– Awan putih membentuk ‘topi’ di puncak Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang pagi tadi cukup membuat penasaran. Lantas apa penyebab munculnya ‘topi’ awan tersebut?

Badan Meterologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang menjelaskan bahwa awan yang muncul di puncak gunung tertinggi di Jawa tersebut merupakan awan lentikularis atau altocumulus lenticularis.

“Awan ini terjadi akibat adanya gelombang gunung atau angin lapisan atas yang cukup kuat dari suatu sisi gunung yang kemudian membentuk turbulensi. Bisa di sisi gunung atau puncaknya,” terang Kepala BMKG Karangploso Aminudin kepada¬†detikcom, Senin (10/12/2018).

Ditambahkan Aminudin, awan yang sama terkadang tidak muncul sekali, tetapi akan membentuk awan-awan bertingkat yang berputar.

“Awan ini mengindikasikan adanya turbulensi atau putaran angin,” beber Aminudin.

Hanya saja diakui Aminudin, fenomena seperti ini jarang terjadi. “Awan seperti itu munculnya sangat jarang dan langka kejadiannya,” tambahnya.

Terkait keberadaan awan tersebut, Aminudin pun memastikan bahwa secara meteorologi kemunculan awan ini tidak mengindikasikan fenomena lain yang dapat meresahkan masyarakat.

Hal ini juga disampaikan Kepala Resort Ranupane, Elham Purnomo. Menurutnya awan mirip topi yang terlihat di puncak Semeru pagi tadi bukan disebabkan adanya semburan material dari kawah.

“Mungkin itu karena faktor cuaca. Pernah terjadi dulu,” ujar Elham saat dikonfirmasi terpisah.

Namun untuk saat ini, pihaknya mengingatkan bahwa Gunung Semeru sedang berstatus waspada level II sehingga pendakian dibatasi.

“Rekomendasi batas pendakian sampai Kalimati. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 4 km dari puncak, guna mengantisipasi terjadinya awan panas,” pesan Elham. (dct)

Print Friendly, PDF & Email
Please follow,Share and Like us :
tags: , ,

Related For Awan Membentuk ‘Topi’ di Gunung Semeru, BMKG: Sangat Jarang