
TEBINGTINGGI (MS). Program pembangunan saluran drainase/gorong rorong di Kota Tebingtinggi merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi Dinas PUPR Kota Tebingtinggi dalam pelaksanaan APBD TA 2020, disamping jalan dan jembatan serta bangunan gedung.
Buruknya sistem drainase/ perkotaan menurut PUPR Kota Tebingtinggi karena kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai dan drainase.
Hal ini tertuang dalam buku LKJP Wali Kota Tebingtinggi tahun anggaran 2020 yang disampaikan Wali Kota Tebingtinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan.MM, Senin (3/5/21) lalu hasil penyelenggaraan urusan wajib pelayanan dasar Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) dalam pelaksanaan APBD tahun 2020. Dan ini menjadi catatan Redaksi mimbarsumut.com.
Penyebab buruknya sistem drainase tersebut disinyalir oleh Dinas PUPR Kota Tebingtinggi dengan “menyudutkan” masyarakat yang tidak peduli lingkungan dengan membuang sampah sembarangan, baik ke drainase maupun ke sungai.
Disamping itu juga “dituduhkan” dengan banyaknya masyarakat yang mendirikan bangunan liar diatas bangunan drainase yang menyebabkan kondisi bangunan drainase tersebut rusak.
Bila mau jujur penyebab utama buruknya saluran drainase tersebut bukan semata-mata masyarakat yang membuang sampah sembarangan, tetapi banyak permasalahan lain yang tidak berfungsinya drainase-drainase tersebut dengan baik.

Diantaranya, drainase yang sudah dimakan waktu, dan kualitas bangunan baru yang diragukan mutunya, bahkan juga terhadap perencanaanya. Bahkan dilapangan timbulnya genangan air di jalan bila terjadi musim penghujan, karena semangkin menyempitnya salutan drainase dan tidak mampunya menampung air hujan yang turun disebabkan tidak mengalirnya sebagaima mestinya karena banyaknya tanah dan pasir didasar drainase yang menumpuk.
Bahkan bukan hanya itu, ada drainase yang airnya tidak mengalir ketempat yang lebih rendah, dan ada pula drainase yang dibangun lebih tinggi dari badan jalan.
Dan yang parahnya lagi, ada drainase yang baru dibangun, airnya tidak mengalir kesaluran yang pembuangan atau yang lebih rendah sesuai yang diharapkan tetapi malah membalik bila hujan deras terjadi.
Sungguh sangat disayangkan, bila anggaran bermilyar-milyar setiap tahunnya untuk pembangunan drainase/gorong-gorong tidak berfungsi dengan baik. Dan ini perlu dipertanyakan, bila mungkin adanya temuan audit BPK ditindak lanjuti ke aparat penegak hukum, biar ada efek jera.
Tak sepatutnyalah disebutkan kurangnya kesadaran masyarakat dikarenakan membuang sampah sembarangan ke sungai dan drainase, padahal banyak faktor lain tersebut Ini dapat menyinggung kinerja dinas lain, yang tidak menyediakan fasilitas penampungan dan pengangkutan sampah.
Selanjutnya bagaimana pula dengan permasalahan lain di PUPR seperti jalan dan jembatan serta bangunan gedung? Apakah juga masyarakat yang “disudutkan”? Dan apakah kualitas dan perencanaannya sudah sesuai? (Bagian 3).
Laporan : Red











