Kasus Covid-19 Diprediksi Melandai Pertengahan Juli Jika PPKM Mikro Dimaksimalkan

Minggu, Juni 27th 2021. | Kesehatan, NASIONAL | Dibaca 412 Kali

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dampingi Presiden RI Ir. Joko Widodo saat meninjau langsung pelaksanaan Serbuan Vaksinasi bertempat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, Sabtu (26/6/2021). Peninjauan vaksinasi massal di GBK dilaksanakan Presiden Joko Widodo setelah melakukan peninjauan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Program vaksinasi massal tersebut merupakan program pemerintah, dimana target pelaksanaan Vaksinsai 1 juta vaksin setiap hari. Turut serta mendampingi Presiden Joko Widodo diantaranya Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI.

JAKARTA (MS)  – Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia akan melandai pada pertengahan Juli 2021.

Namun hal itu bisa tercapai apabila pengendalian Covid-19 berdasarkan zonasi dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dimaksimalkan.

“Kalau misalnya zonasi-zonasi ini bisa dikunci, pertengahan Juli tentunya sudah mulai ada pelandaian,” kata Alexander dalam diskusi bertajuk Covid Gawat Darurat, Sabtu (26/6/2021).

Alexander menjelaskan, daerah yang berada di zona merah risiko Covid-19 harus melakukan penguncian terhadap mobilitas warga.

Kegiatan masyarakat di tempat umum seperti wisata, pusat perbelanjaan, dan rumah ibadah dilarang di zona merah.

Sementara daerah yang masuk kategori zona hijau dapat sedikit melonggarkan aktivitas warga dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

Apabila kepala daerah melakukan pengendalian Covid-19 sesuai instruksi penerapan PPKM Mikro, maka kasus diharapkan melandai sekitar pertengahan Juli mendatang.

Alex menjelaskan, saat ini pemerintah telah mempertebal dan memperkuat penerapan PPKM Mikro di zona merah Covid-19.

Pengetatan ini ditandai dengan adanya aturan yang mewajibkan perkantoran menerapkan 25 persen pegawainya bekerja dari kantor.

Sementara 75 persen lainnya harus bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Penguatan ini diharapkan bisa mempercepat pelandaian kasus Covid-19.

Meski demikian, Alex juga khawatir akan ada perayaan keagamaan atau kebudayaan ke depan. Perayaan ini bisa menimbulkan kembali terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Ini yang kita khawatirkan menimbulkan lagi kasus sedemikian rupa,” ujar dia.

Sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan kasus positif Covid-19 nasional mengalami peningkatan sebesar 42 persen pekan ini.

Peningkatan kasus ini dikontribusikan oleh lima provinsi di Pulau Jawa. Lima provinsi tersebut yakni, DKI Jakarta naik sebesar 13.022 kasus, Jawa Barat naik 6.449 kasus, Jawa Timur naik 1.756 kasus dan Daerah Istimewa Yogyakarta naik 1.322 kasus.

“Kemudian Jawa Tengah yang naik sebesar 1.012 kasus,” jelasnya melalui keterangan pers, Kamis (24/6/2021).

Sejalan dengan kenaikan kasus positif, kematian Covid-19 juga meningkat tajam pada minggu ini.

Ada lima provinsi yang menyumbang kasus kematian Covid-19 terbanyak.

Empat di antaranya berada di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta naik sebesar 200 kasus, Jawa Tengah naik 96 kasus, Jawa Timur naik 79 kasus, Jawa Barat naik 73 kasus dan Lampung naik 72 kasus.

“Hanya DIY yang angka kematiannya tidak meningkat tajam sehingga tidak masuk ke dalam lima besar,” ujarnya.

Vaksinasi

Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan soal percepatan vaksinasi di seluruh Indonesia.

Ia akan meminta Panglima, Kapolri, dan Menkes segera memasok vaksin sebanyak mungkin ke daerah.

“Nanti untuk urusan tambahan vaksin akan saya sampaikan ke Panglima, Kapolri dan juga sama yang punya vaksin Menkes, agar segera sebanyak-banyaknya vaksin bisa di-supply ke daerah,” kata Jokowi saat meninjau program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

Jokowi berharap target 1 juta vaksin per hari dapat tercapai hingga bulan Juli mendatang.

“Saya berharap di mulai hari ini target 1 juta vaksin untuk seluruh Indonesia betul-betul terus kita jaga sampai nantinya bulan Juli,” kata Jokowi.

Pada Sabtu (26/6/2021) kemarin vaksinasi dilakukan serentak di kantor polisi seluruh Indonesia.

Kapolda masing-masing daerah yang menjadi koordinator.

Jokowi juga meminta Pemda Polda hingga Kodam saling bersinergi untuk melakukan tindakan di lapangan khususnya dalam mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan.

“Terima kasih Kapolda, Pangdam semuanya dan seluruh pimpinan daerah Kapolda, Pangdam, Gubernur Bupati, Wali kota. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas acara vaksinasi massal pada pagi hari ini yang dikerjakan secara serentak di seluruh Polda di seluruh Kodam dan bekerja sama dengan Pemda,” lanjut dia.

Setelah target 1 juta vaksin per hari terpenuhi, Jokowi akan menargetkan 2 juta vaksin di bulan Agustus mendatang.

“Dan nanti bulan Agustus akan kita beri target dua kali dari yang ada sekarang ini,” tandas dia.

Saat ini pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi sebagai upaya penanganan COVID-19.

Program vaksinasi pun telah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut data Kemenkes, per Jumat (25/6/2021) jumlah masyarakat yang sudah menerima vaksin dosis kedua sudah mencapai 12.912.623 orang.

Sementara itu, Kemenkes mencatat sebanyak 25.482.036 orang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama yang akan dilanjutkan ke dosis vaksin kedua.(TRIBUNNEWS.COM)

Print Friendly, PDF & Email
Please follow,Share and Like us :
tags:

Related For Kasus Covid-19 Diprediksi Melandai Pertengahan Juli Jika PPKM Mikro Dimaksimalkan