Pengamat Heran Yusril Ihza Mahendra Bantu Kubu Moeldoko Gugat AD/ART Demokrat: Bisa Berbahaya

Selasa, September 28th 2021. | NASIONAL | Dibaca 656 Kali

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

JAKARTA (MS) – Pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno ikut menanggapi terkait babak baru dari konflik dualisme di Partai Demokrat.

Terbaru, nama Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) sekaligus Ahli Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra ikut terlibat.

Yusril diketahui menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.

Sontak, keputusan Yusril membantu kubu Moeldoko untuk melawan kubu Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi sorotan publik.

Adi merasa heran dan menilai keputusan Yusril bisa memunculkan conflict of interest.

“Poin saya pada sosok Yusril-nya, apapun judulnya dia advokat atau lawyer, posisinya di Partai Bulan Bintang (PBB) tentu akan memunculkan conflict of interest,” kata Adi, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Senin (27/9/2021).

“Ada apa begitu Yusril sebagai pengacara yang cukup terkenal ikut campur dalam persoalan dualisme partai,” tambah Adi.

Di sisi lain, Adi juga menyoroti soal berbahayanya menggugat AD/ART partai.

Sebab, menurutnya persoalan AD/ART merupakan persoalan internal partai.

“Tentu jadi berbahaya karena persoalan AD/ART itu persoalan dapur partai orang.”

“Bisa mancing banyak orang nanti menggugat AD/ART partai-partai lainnya, ini yang bahaya,” ungkap Adi.

Adi pun menilai, Yusril perlu berhati-hati dalam menanggapi persoalan ini.

“Dalam konteks ini Yusril harus hati-hati betul mengungkapkan argumen-argumen hukumnya.”

“Dalam kapasitas dan konteks apa AD/ART yang merupakan internel Partai Demokrat harus direcoki.”

“Ini yang menjadi gaduh karena Yusril ini bukan pengacara kemarin sore, tapi cukup berpengalaman dalam banyak hal memenangkan pertarungan,” jelas Adi.

Partai Demokrat Menyayangkan Keputusan Yusril Bantu Kubu Moeldoko

Partai Demokrat menyayangkan keputusan Yusril Ihza Mahendra (YIM), menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.

Elite Partai Demokrat Rachland Nashidik menyoroti pernyataan Yusril Ihza Mahendra yang mengaku netral dalam polemik AD/ART Partai Demokrat yang bakal digugat kubu Moeldoko ke Mahkamah Agung.

“Skandal hina pengambilalihan paksa Partai Demokrat oleh unsur Istana, yang pada kenyataannya dibiarkan saja oleh Presiden.”

“Pada hakikatnya adalah sebuah krisis moral politik, dan orang yang mengambil sikap netral dalam sebuah krisis moral, sebenarnya sedang memihak pada si kuat dan si penindas,” katanya dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Jumat (24/9/2021).(TRIBUNNEWS.COM).

Print Friendly, PDF & Email
Please follow,Share and Like us :

Related For Pengamat Heran Yusril Ihza Mahendra Bantu Kubu Moeldoko Gugat AD/ART Demokrat: Bisa Berbahaya