Ditengah Pandemi COVID-19, Asya Tetap Mampu Meraih Prestasi dan Tidak Lupa Ikuti Prokes

Senin, Juli 26th 2021. | Batubara, RAGAM | Dibaca 606 Kali

Syakirah Putri Agsah 

(Feature) Sutan S

Pandemi COVID-19 yang belum juga berakhir di negeri ini telah memukul semua sektor kehidupan. Bukan saja kehidupan manusia yang diancamnya, juga kehidupan sosial ekonomi. Dulu bisa bersilaturahmi tanpa jarak, kini harus physical dan sosial distancing

Kabupaten Batubara Prov. Sumut menjadi zona merah setelah jurubicara Satgas COVID-19, drg Wahid Khusyairi pada 21 Juli 2020 merilis sudah 21 orang warga Kabupaten Batubara yang terkonfirmasi positif COVID-19 meski belum ada yang meninggal dunia

Mengantipasi agar virus corona tidak semakin berkembang, Bupati Batubara mengeluarkan Perbub dan melalui Dinas Pendidikan Kab. Batubara untuk menutup semua sekolah mulai dari TK hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan belajar tetap dilaksanakan secara daring PJJ.

Belakangan status zona merah untuk Kabupaten Batubara menurun menjadi zona orange.

Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara kembali melaksanakan pembelajaran secara tatap muka terbatas dikhususkan kepada UPT SMP dan SD yang dianggap layak melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas secara bergiliran 3 kali dalam seminggu dan tampaknya PTM terbatas dapat berjalan aman dan lancar.

Namun pasca Lebaran 1442 H dalam Rakor di Aula Rumdis Bupati di Tanjung Gading, Senin (17/5/21) Kadis Kesehatan Kabupaten Batubara drg Wahid Khusyairi melaporkan, total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per tanggal 15 Mei 2021telah meningkat menjadi 919 orang dan merubah Kabupaten Batubara kembali menjadi zona merah.

Dijelaskan drg Wahid Khusyairi terdapat 4 Desa / Kelurahan yang menjadi zona merah, yaitu Desa Lalang Kec. Medang Deras, Desa Kiala Tanjung Kec. Sei Suka, Kelurahan Indrapura Kec. Air Putih, dan Kelurahan Limapuluh Kota, Kec. Limapuluh.

Kadiskes Batubara drg Wahid Khusyairi meminta warga tidak panik dan menghimbau warga kabupaten Batubara menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan 5M, memaki masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobiltas.

Mengantisipasi agar COVID-19 tidak semakin merebak, bupati Batubara Zahir memerintahkan menutup semua lokasi objek wisata pantai maupun tempat bermain yang bisa mengundang kerumunan massa.

Masa pandemi COVID-19 yang terus meningkat dan telah banyak menimbulkan korban jiwa belum bisa dipradiksi kapan akan berakhir.

Hal ini tentunya sangat mengganggu di dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat luas. Bukan saja dikalangan orang tua dan dewasa namun kalangan anak-anak alias bocah cilik turut merasakan dampaknya.

Mulai terganggu dari segi pendidikannya hingga dunia bermain bersama teman-temannya juga hiburan di lingkungannya.

Seperti halnya dengan Syakirah Putri Agsah ( 9) seorang bocah murid Sekolah Dasar (SD) yang tinggal di LK 1 Kelurahan Limapuluh Kota, Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara Prov. Sumut ini.

Syakirah Putri Agsah yang akrab disapa  Asya (foto) mengaku jenuh dengan pandemi COVID-19 yang mulai merebak dirasakannya sejak duduk di kelas 3 SD

“Dulu enak mulai dari kelas 1 sampai naik kelas 2 setiap hari bisa sekolah, bisa jumpa sama teman-teman, jumpa langsung dengan ibu guru, pokonya enaklah,” ujar Asya sang juara 1 mulai kelas 1 sampai kelas dua di SD Negeri No. 010186 Limapuluh.

Namun, setelah duduk di kelas 3 saat COVID-19 mulai merebak dan Kabupaten Batubara masuk zona merah semua UPT SD dan SMP sederajat sempat ditutup.Belajar tetap diadakan dengan sistim Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau secara daring.

Belakangan COVID-19 melandai dan Kabupaten Batubara keluar dari zona merah. Sekolah kembali dibuka dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)  terbatas 3 hari dalam satu Minggu.

“Sekarang belajarnya cuma 3 hari (Senin – Rabu) dalam satu minggu dan itupun disyukuri masih bisa ketemu sama teman – teman dan ibu guru meski harus mematuhi yang namanya protokol kesehatan diantarnya wajib pakai masker,” ujar Asya kepada mimbarsumut.com, Sabtu (24/7/21) kemarin di rumahnya di LK I Perumnas Limapuluh.

Namun ditengah pandemi yang terus melanda Asya terus semangat belajar baik saat diberlakukan PJJ hingga PTM terbatas. Hasilnya selama kelas 3 Asya tetap bisa mengukir prestasi juara 1 di kelasnya. Tahun Pelajaran 2020 / 2021 Asya yang sudah duduk di kelas 4 lini terus giat belajar untul bisa mempertahankan prestasinya

Keberhasilan Asya bisa meraih juara 1 mulai dari kelas 1 hingga kelas 3 merupakan prestasi yang patut diacungi jempol

Keberhasilan Asya anak pertama dari 3 bersaudara ini tidak terlepas dari peran kedua orang tuanya yang mendidik putri pertamanya sepenuh hati dengan disiplin yang tinggi.

Usai pulang sekolah Asya masih ada tugas lain, mulai pukul 13.30 WIB Asya mengikuti pendidikan sekolah arab hingga pukul 15.30 WIB dan pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB Asya juga ikut belajar mengaji. Itulah kegiatan yang rutin dilakukan Asya setiap hari kecuali hari libur dan hari besar lainnya.

Selama pandemi ini waktu bermain bagi Asya sangat dibatasi kedua orang tuannya.

Dikala libur Asya sering dibawa orang tuanya untuk refresing  ke lokasi objek wisata pantai yang ada di Kabupaten Batubara. Asya dikenalkan pada alam terbuka dengan suasana pantai, ada hutan mangrove melihat deburan ombak dari tepi pantai dikala senja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Sekarang memang sering libur sekolah tapi enggak enak juga om. Karena Asya dimarahi sama mama kalau mainnya kumpul ramai – ramai sama kawan, terus asal ke luar rumah wajib pakai masker sama mama,” ujar Asya.

Ketika ditanya tentang cita – citanya ternyata Asya bercitacita ingin menjadi dokter anak

” Asya ingin menjadi dokter spesialis anak seperti dokter Susanti yang di Siantar itu,” akunya. Asya terinspirasi dr Susanti SpA yang buka praktek di Pematangsiantar. Oleh orang tuanya, Asya dan dua adiknya bila sakit dibawa berobat ke Klinik dr Susanti dan sembuh.

Sepulang sekolah Asya lebih banyak memanfaatkan waktunya belajar dan bermain dengan dua adiknya di rumah.

Asya juga sering bermain ke rumah Anji teman sekelasnya yang masih tetangga tidak jauh dari rumahnya. Anji teman Asya juga anak yang pintar dan berhasil meraih juara 2 di kelasnya. Selain berteman Asya dan Anji juga sering belajar bareng.

“Kalau main ke rumah Anji mama ngasi aja sih tapi harus tetap pakai masker ,” ujar Asya sembari mengatakan pulang main harus cuci tangan pakai sabun dan kadang disemprot pakai sanitizer. Meski di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda Asya masih bisa mengukir prestasi bertahan sebagai yang terbaik di kelasnya.

Sanksi dari orang tuanya bila tidak masuk rangking 10 besar, tidak boleh tidur di kamar, ternyata memicu semangat Asya untuk giat belajar dan membuahkan hasil dengan prestasi juara 1 di kelasnya.

“Kita sebagai orang tua bangga dan bersyukur Asya bisa meraih rangking 1 di kelasnya sejak kelas 1 SD. Namun khawatir sih kalau anak kami yang masih kecil sampai terpapar virus corona,” ucap Herlina bundanya Asya.

Menurut Herlina pandemi COVID-19 ini memang sangat berbahaya dan dirinya khawatir kalau virus corona yang mematikan itu sampai menyerang keluarganya

“Kalau kita lihat di TV dan di media cetak dan media Online sudah banyak sekali masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19 dan banyak pula yang jadi korban jadi takut kalau sampai kena sama kami sekeluarga. Semoga pandemi COVID-19 ini cepat berlalu agar kita bisa kembali hidup normal seperti sebelum corona melanda,” harap Herlina

Kekhawatiran Herlina memang beralasan.Pasalnya Kabupaten Batubara kembali menjadi zona merah setelah Kadis Kesehatan Kabupaten Batubara drg Wahid Khuyairi dalam Raker bersama Bupati Batubara Zahir MAP serta instansi terkait melaporkan kasus terkonfirmasi COVID-19 per tanggal 15 Mei 2021 telah meningkat menjadi 919 orang.

Wahid juga menjelaskan terdapat 4 Desa/Kelurahan yang masuk zona merah, yaitu Desa Lalang kecamatan Medang Deras, Desa Kuala Tanjung kecamatan Sei Suka, Kelurahan Indrapura Kecamatan Air Putih dan Kelurahan Limapuluh Kota, Kecamatan Limapuluh, tempat Asya tinggal dan bersekolah.

Terpisah, saat diminta keterangannya mengenai sekolah dengan tatap muka, Kadis Pendidikan Kab. Batubara Ilyas Sitorus SE mengaku telah membukanya sejak September tahun lalu dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Kita sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 7 September 2020 sampai dengan sekarang dengan menerapkan pola pembelajaran Tatap Muka terbatas di 162 UPT sekolah di Kabupaten Batubara dan berlangsung dengan aman.

Insyah Allah Tahun Pembelajaran (TP) baru 2021 – 2022 kita akan coba perluas jika memungkinkan untuk semua sekolah mulai TK sampai SMP sekolah siap mengikuti prokes bidang pendidikan dan ada surat persetujuan dari orang tua /wali siswa. Jika tidak ada persetujuan maka pembelajaran pada anak yang bersangkutan dilakukan secara Daring PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)

Ilyas berharap kepada para guru dan anak didik dapat bersabar dengan situasi sekarang ini.

“Mari kita sama-sama berjuang dan berdoa agar pandemi COVID-19 ini dapat segera berakhir ,” ujar Ncek li sapaan akrab Ilyas Sitorus sembari menambahkan hingga saat ini PTM terbatas berjalan lancar.

“Alhamdulillah kita sudah jalani hampir satu tahun PTM terbatas berkat kerjasama semua pihak, anak didik dalam pembelajaran berjalan lancar dengan mematuh i prokes secara ketat dan belum ada siswa kita yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Ilyas Sitorus juga memaparkan alasannya kenapa terus berusaha agar sekolah secepatnya metode PTM. “Suasana dan kondisi daerah kita sangat beda dengan daerah lain. Kita umumnya di tepian pantai. Jika anak di rumah saja dianggap sebagian orang tua anaknya lagi libur bukan sekolah, jadi diajaklah membantu, akhirnya anak lupa sama tugas sekolahnya karena anak selama bekerja dan mendapat upah dan lainnya,” jelas Ilyas

Maka untuk itu, Ilyas juga berharap kepada Dinas Kesehatan Batubara agar mengutamakan tenaga pendidik dan kependidikan diprioritaskan untuk mendapat vaksinasi. “Kita baru 4.700-an yang sudah divaksinasi dari jumlah guru kita 6.600-an. Jadi ada sekitar 2000-an lagi yang belum divaksin.Tapi belum termasuk yang kemarin mengikuti vaksinasi massal karena guru-guru juga kita hadirkan ,” terang Ilyas Sitorus.

Sementara Hari Prasdana Purba, guru kelas III Asya saat ditemui mimbarsumut.com di SDN 010186 Limapuluh, Senin (27/7/21) membenarkan Asya memang anak yang rajin dan pintar.

” Kami bangga dengan Asya yang mampu mempertahankan prestasinya menjadi juara 1 sejak dari kelas satu SD sampai dengan kelas 3 SD di kelasnya ,” ujar Haris Prasdana.

Print Friendly, PDF & Email
Please follow,Share and Like us :
tags: , ,

Related For Ditengah Pandemi COVID-19, Asya Tetap Mampu Meraih Prestasi dan Tidak Lupa Ikuti Prokes