[Feature] Belajar Tatap Muka Di Kabupaten Batubara Diharapkan Terus Berlanjut

Batubara, RAGAM28 Dibaca
Prokes secara ketat diterapkan di SMPN 1 Limapuluh. Sebelum masuk kelas suhu tubuh siswa diperiksa pakai Termogen

Pembelajaran tatap muka ditengah pandemi COVID-19 untuk tingkat SD dan SMP di kabupaten Batubara secara bertahap yang dimulai sejak 7 September 2020 hingga sekarang, sudah 162 UPTD SD dan SMP Negeri maupun swasta, diawali berpakaian biasa kemudian berseragam sekolah.

Untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka ditengah pandemi COVID-19, sebelumnya pihak sekolah memberi syarat bagi orang tua yang menyetujui anaknya mengikuti belajar tatap muka harus membuat surat pernyataan bermeterai 6000 rupiah.Meski ada kekhawatiran pada orang tua terhadap kesehatan anaknya.

Begitu juga bagi orang tua yang tidak setuju anaknya mengikuti belajar tatap muka diharuskan membuat pernyataan bermeterai 6000 rupiah. Bagi siswa yang tidak mendapat persetujuan orangtua mengikuti belajar tatap muka diwajibkan belajar di rumah. Siswa harus datang ke sekolah sekali dalam seminggu untuk mengambil bahan pelajaran (PR) untuk dikerjakan di rumah. Seminggu kemudian hasil belajar (PR) di rumah diserahkan kembali ke sekolah sekaligus menerima bahan pelajaran untuk dikerjakan di rumah.

Sejak dilakukannya pembelajaran tatap muka, sampai hari ini belum ada murid SD maupun siswa SMP Negeri dan swasta yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelum dilakukannya pembelajaran tatap muka secara bertahap tentu melalui proses panjang mengantifasi kemungkinan munculnya claster baru penyebaran virus corona di jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara.

Sebelumnya pihak sekolah SD dan SMP mempersiapkan segala peralatan /fasilitas seperti tempat cuci tangan, sabun, tisu serta sitinizer dan alat pengukur suhu tubuh dan lainnya dengan menggunakan dana BOS

Setelah itu pihak Disdik Kabupaten Batubara turun ke sekolah- sekolah guna mengecek langsung kesiapan pihak sekolah menyiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan. Dan itu menjadi salah satu persyaratan agar sekolah dibolehkan melaksanakan belajar tatap muka.

Awalnya pembelajaran tatap muka bagi sekolah yang dinilai telah memenuhi persyaratan sesuai protokol kesehatan.Tahap awal proses belajar tatap muka hanya dilaksanakan dua hari dalam sepekan. Mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB

Setelah belajar tatap muka dilaksanakan Kadis Pendidikan Kabupaten Batubara Ilyas Sitorus bersama rombongan meninjau sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka sekaligus melihat langsung segala fasilitas yang telah disediakan sesuai protokol kesehatan.

Bupati Batubara Ir Zahir MAP Kadisdik Batubara Ilyas Sitorus memberikan apresiasi atas kinerja pihak sekolah yang telah begitu baik membuat fasilitas yang merupakan bagian dari upaya menangkal penyebaran birus vorona.
Setelah itu sejak tanggal 26 September 2020 proses pembelajaran tatap muka ditingkatkan menjadi tiga hari dalam sepekan.

Kedepan direncanakan sekolah- sekolah yang belum melaksanakan belajar tatap muka akan terus diupayakan agar dapat mengikuti sekolah lainnya melaksanakan belajar tatap muka setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Sebelumnya, setelah isu virus corona merebak pada awal Februari 2020, sejak Senin (16/3/2020) Bupati Batubara Zahir memerintahkan Kadisdik Batubara untuk meliburkan seluruh siswa SD, SLTP dan menyurati Kemenag untuk Madrasah dan Gubsu untuk SLTA agar meniadakan proses belajar mengajar disekolah akibat pandemi COVID-19, dan menggantinya dengan belajar dari rumah (BDR)
Tahap pertama sekolah diliburkan dan siswa belajar di rumah selama 14 hari

Semua kantin di sekolah praktis tutup dan mulai berdampak terhadap perekonomian masyarakat.Merebaknya virus corona selain berdampak kesehatan yang mengakibatkan banyak meminta korban juga berdampak kepada perekonomian secara luas

Setelah 14 hari pertama belajar dirumah kemudian diperpanjang lagi 14 hari kedua dan terus ditambah sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan membuat beban para orang tua bertambah berat.Disamping harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup juga harus menjadi guru bagi anak-anaknya

Karena perkembangan COVID-19 di Kabupaten Batubara tidak begitu mengkhawatirkan, langkah untuk melaksanakan belajar tatap muka mulai disiasati.Langkah pertama dibuatlah angket berupa surat persetujuan dari orang tua yang menyetujui anaknya mengikuti belajar tatap muka.

Selanjutnya berdasarkan surat keputusan bupati ,di desa yang ada memiliki UPTD SD, SMP maka Dinas Pendidikan Kab Batubara menindaklanjuti pertama sekali melakukan lomba-lomba yang berjudul lomba sekolah sehat pencegahan penyebaran COVID-19.

Pada gelombang pertama  7 September 2020 ada 23 SD dan SMP yang diperbolehkan melaksanakan tatap muka,  kemudian gelombang kedua menyusul 139 SD dan SMP melaksanakan.Kini sudah 162 sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka

Ilyas Sitorus mengakui adanya dukungan dari media baik elektronik online maupun TV dan  cetak ikut mempublikasikan kegiatan belajar tatap muka yang dilaksanakan Pemkab Batubara melalui dinas pendidikan.

Diharapkan kegiatan tatap muka ini terus dapat berjalan lancar aman dan tidak menimbulkan klaster-klaster baru untuk penyebaran COVID-19 di Batubara.

Kalau tingkat SD dan SMP secara bertahap sudah melaksanakan belajar tatap muka namun sekolah SMA di Kabupaten Batubara belum melakukan belajar tatap muka.Sampai saat ini masih belajar dari rumah.

Ka SMAN 1 Limapuluh Saibatul Aslamiyah mengatakan SMAN 1 Limapuluh belum melaksanakan sekolah tatap muka masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).Meski pihak sekolah telah mempersiapkan fasilitas sesuai protokol kesehatan.

“Untuk melaksanakan belajar tatap muka kita masih menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara,” ujarnya

Kab Batubara merasa mampu melaksanakan pembelajaran tatap muka, segala sesuatunya terkait virus corona sudah diantisipasi.

Perkembangan terbaru COVID-19 di Kabupaten Batubara sebagaimana yang disampaikan jurubicara Satgas COVID-19 Kabupaten Batubara drg Wahid Khusyairi bertepatan dengan peringatan hari kesehatan nasional 2020, Kamis (12/11/2020) sebanyak 19 orang warga Batubara terkonfirmasi COVID-19 masih menjalani perawatan atau isolasi dan 5 orang terkonformasi COVID-19 meninggal dunia.

Untuk membuat pelindung wajah pihak dari bahan plastik pihak sekolah di Batubara beŕinisiatif membuatnya sendiri untuk digunakan siswa maupun guru tenaga pendidik dan kependidikan mengingat harganya masih tinggi dipasaran terkadang mencapai Rp 20 ribu/unit.

Inisiatif sekolah ini mendapat apresiasi dari Bupati Ir H Zahir MAP maupun Kadisdik Ilyas Sitorus dalam upaya melindung diri dari penyebaran COVID-19 sejalan penerapan pembelajaran tatap muka mengedepankan prokes dalam bidang pendidikan.

Ketua Dewan Pendidikan Batubara, Zainal Alwi menuturkan, di era revolusi industry 4.0, dan pandemi Covid pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang komplek dan menarik.

“Mau tak mau kita harus  berubah, apalagi dalam situasi COVID-19 Kita harus mampu menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work dan empati sosial karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin,” uvap Zainal.

Zainal mengajak semua pihak untuk mendukung pendidikan tatap muka yang digelar di 162 UPTD. Kita harus mendukung sehingga proses ini berjalan sukses dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satu sekolah yang sudah melakukan tatap muka di UPTD SMPN 1 Limapuluh, kecamatan Limapuluh Kab.Batubara
Salah seorang siswa kelas VII Reyhan Prasetio mengaku senang bisa belajar bersama teman- temannya, bertatap muka dengan guru dengan tetap memakai alat pelindung diri. Apalagi Reyhan baru tahun ini masuk SMPN 1 Limapuluh.

Salamiyah guru PKS Kesiswaan di SMPN 1 Limapuluh mengatakan menyambut positif dilaksanakannya pembelajaran tatap muka.Dengan pembelajaran tatap muka guru dapat secara langsung menyampaikan mata pelajaran kepada siswa. Dan siswa dapat bertanya langsung tentang sesuatu yang kurang dipahaminya.

” Yang terpenting lagi guru dapat memantau tentang ahklak siswa,” ujar Salamiyah

Salah satu pelajar SDN 2 Limapuluh Ferdi Repalsa kelas 5 juga merasa senang dilaksanakannya pembelajaran tatap muka.” Kalo belajar dari rumah itu enggak enak, PR nya banyak kali dikasi ibu guru, jadi peningkali ngerjai PR nya.Kalau langsung masuk kelas kan PR nya cuma satu aja jadi enak ngerjakannya,” kata Ferdi.

Salamiyah berharap virus corona segera bisa lenyap agar pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan seperti biasa.

Saat ini Kab. Batubara masih beratatus zona oranye, namun belajar di sekolah dengan tatap muka ini telah dilakukan.

Secara umum kesiapan sekolah terkait protokol kesehatan (prokes) dalam bidang pendidikan cukup memenuhi standar persyaratan yang ada.

Secara faktual anak anak di Batubara kesulitan menjalani proses belajar secara daring, terkait taraf ekonomi keluarga yang relatif rendah. Nyatanya banyak yang tidak dapat belajar karena ketiadaan hp android,belum lagi harus membeli paket internet
Seperti baru baru ini melakukan rapid test guru guru di Kec. Seisuka. Hasil rapid tiga orang reaktif , yang kemudian dilanjutkan dengan Swab. “Hasil swabnya negativ, kita akan terus melakukan rapid ini dan berkordinasi dengan Dinas Pendidikan agar tidak muncul kasus baru. Kalaupun ada bisa cepat ditangani,” kata Wahid.

Tidak ada yang menginginkan muncul cluster baru COVID-19 dikalangan dunia pendidikan di Batubara, juga tidak ada yang menginginkan anak anak Batubara menjadi bodoh karena tidak belajar.

Diperlukan komitmen dalam menerapkan prokes (3 M) secara ketat serta kerjasama semua pihak penularan virus corona dapat ditekan. Sambil menunggu disalurkannya vaksin COVID-19 ke masyarakat yang direncanakan Januari 2021, pembelajaran tatap muka dapat dilanjutkan seperti biasa sebagai sarana mencerdaskan anak bangsa.

Laporan : Sutan S

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed