Pupuk Bersubsidi Langka, Petani di Raya Kahean Simalungun Mengeluh

Kamis, Februari 4th 2021. | EKBIS, RAGAM, Simalungun | Dibaca 2,102 Kali

SIMALUNGUN ( MS) – Pupuk bersubsidi langka di Kab. Simalungun. Akibatnya, petani terancam gagal panen dan akan mengalami kerugian pada masa panen.

Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kec. Raya Kahean, juga sangat berpengaruh akan kondisi pertanian sebab beberapa tahun sebelumnya pupuk bersubsidi juga sulit ditemui di kios – kios pengecer yang ditentukan.

Para petani di Raya Kahean ketika dikonformasi, Kamis (04/02/2021) membenarkan kelangkaan pupuk bersubsidi dan mereka sulit membeli di kios pengecer.

Pada hal, menurut data yang dihimpun tahun ini, Kab. Simalungun memperoleh alokasi pupuk bersubsidi merek urea 16.385 ton , SP-36 3.990 ton, ZA 1.022 ton, NPK Phonska 12.350 ton.

Ini alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Kab. Simalungun berdasarkan keputusan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultur Provinsi Sumut dengan no : 512.3/024/SAPRA tanggal 5 Januari 2021 tentang alokasi pupuk subsidi untuk sektor pertanian di Provinsi SUMUT anggaran tahun 2021.

Pupuk subsidi tersebut didistribusikan distributor kepada 285 kios pengecer yang memiliki kelompok tani binaan yang dibagi oleh Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPD) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PDL) yang tersebar di 32 Kecamatan di Kab Simalungun .

Menurut Keterangan seseorang warga di Kec. Raya Kahean, pupuk bersubsidi bukan tahun ini saja langka. Sebelum tahun ini, pupuk bersubsidi juga sudah langka, padahal di Raya Kahean ada 5 kios pengecer pupuk bersubsidi, namun sulit mendapatkannya.

Ada dugaan pupuk tersebut ditumpuk kepada seseorang pengusaha sehingga masa tahap distribusinya tetap saja tak ada alias kosong. Ketika disinggung ke kios pengecer pun, tetap saja beralasan belum di distribusikan dari Dinas, jelas warga yang tidak bersedia namanya ditulis.

Laporan : Anton Garingging

Print Friendly, PDF & Email
Please follow,Share and Like us :
tags: , ,

Related For Pupuk Bersubsidi Langka, Petani di Raya Kahean Simalungun Mengeluh