Sekilas Perjalanan Hidup Prof .Dr. Bungaran Saragih hingga Jadi Menteri Pertanian

RAGAM, Simalungun81 Dibaca
Prof. Dr. Bungaran Saragih

SIMALUNGUN (MS) – Prof. Dr. Bungaran Saragih salah satu tokoh masyarakat Sidamanik yang berkiprah di Ibukota sebagai menteri Pertanian di era Presiden Abdul Rahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarno Putri.

Pria kelahiran Kota Pematangsiantar, 17 April 1945 ini sejak tahun 1967 sudah bercita-cita sebagai menteri pertanian dan cita-citanya tersebut sudah terwujud dan dia mempersiapkan cita-citanya jadi Menteri Pertanian selama 33 tahun.

 

Orang Tua Bungaran hanya guru pegawai negeri sipil (PNS) biasa yang bekerja di kantor kecamatan.

Gaji PNS dahulu masih kecil dan tidak mencukupi untuk untuk menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi, untuk mengatasi itu, orang tua Bungaran bekerja di ladang dan sawah sepulang kantor. Jadi sejak kecil dia sudah berhubungan dengan pertanian.

Sejak kecil Bungaran muda sering membahasakan dirinya sebagai preman Siantar berkeinginan punya lahan pertanian yang luas dan teratur, berbeda dengan ladang orang tuanya yang kecil dan tidak teratur.

Bungaran Saragih sempat merenung. Ia juga punya cita-cita menjadi asisten kebun. Tapi ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Hidup saudaranya itu memang enak, tapi tidak ada waktu buat keluarga.

Saat tingkat tiga di IPB, Bungaran tidak memilih Jurusan Teknologi Lahan Perkebunan sebagai jembatan untuk menjadi asisten kebun, tetapi ia masuk ke Jurusan Sosial Ekonomi (Sosek). Karena dia sadar, bahwa seorang Menteri Pertanian itu lebih mudah pekerjaannya kalau menguasai ilmu-ilmu Sosek.

Soal pertanian itu sebenarnya bukan masalah tanaman atau hewan, tetapi masalah manusia. Masalah manusia itu bukan terletak pada masalah agronomi atau ilmu tanah, tapi Sosek.

Bungaran muda juga menyadari, untuk menjadi profesor itu, harus menjadi doktor, master, dan insinyur. Pada tingkat tiga, ia memutuskan menjadi asisten dosen tetap. Setelah lulus S-1, ia langsung memilih menjadi dosen tetap.

Kemudian, ia mendapat beasiswa untuk meraih gelas Master di North Carolina State University, Amerika Serikat. Bungaran milih mayor ekonomi statistik dan minornya sosiologi. Dan pada tingkat doktornya, Di bidang pembangunan karena ingin menjadi Menteri Pertanian.

Akhirnya, pada era Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri 2000-2004, tercapailah cita-cita Bungaran Saragih menjadi Menteri Pertanian. Jadi, Dia sudah mempersiapkan diri selama 33 tahun untuk Menjadi Menteri Pertanian.

Laporan : Anton Garingging

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed