SIMALUNGUN (mimbarsumut.com) – Sejumlah warga dusun Huta Gurgur Nagori Simpang Pane Kec. Panombean Pane, Kab. Simalungun Sumut mendesak PT Hutama Marga Waskita pembuatan JPO (jalan penyebarangan orang) di lokasi proyek jalan tol.
Warga berbondong – bondong agar pembuatan JPO segera direalisasikan, sesuai kesepakatan hasil musyarawah yang telah dilaksanakan di kantor pangulu Simpang Panei pada bulan sebelumnya tertanggal (3/03/2025).
Informasi yang dihimpun di lapangan sejumlah warga mengalami kerugian dengan adanya jalan tol ini, sawah masyarakat terbengkalai dahulu satu hamparan setelah adanya tol menjadi terpisah memutus mata pencaharian warga namun iming – iming dari pihak PT Hutama Karya sampai saat ini nihil alias omong belaka.
Dalam tuntutannya koordinasi aksi yang mendampingi warga korban Daulat P. Simanjuntak di lokasi Selasa (3/05/2025) sekitar pukul 11.00 WIB kepada media mengatakan tuntutan warga dusun Huta Gurgur sampai saat ini belum direalisasikan pihak PT Hutama Marga Waskita dari sejumlah warga berjumlah + – 70 KK mendesak pihak PT Hutama Marga Waskita agar mendengar keluhan mereka yang sebagian mayoritas dari mereka adalah berprofesi sebagai petani lahan sawah dan berladang.
Menerima aksi warga dari pihak Waskita, Iman di lokasi sebagai kepala konstruksi pihak PT Hutama Karya akan menyampaikan keluhan warga ke kementrian PU yang akan menginstruksikan sesuai keluhan warga.
Daulat P. Simanjuntak saat diwawancarai di lokasi sangat kesal terhadap tindakan pihak PT Hutama Karya justru sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak pengembang. Ini sangat merugikan kami, warga jangan sampai selesai pengerjaan tol ini realisasinya tak ada, untuk itu jika tuntutan kami tidak diindahkan kami akan demo lebih besar lagi bahkan lebih banyak warga akan menuntut jika ini tidak direalisasikan,” ungkapnya kepada media di lokasi.
Sebelumnya dari awal sudah ada pertemuan di kantor pangulu simpang panei rapat agenda permohonan JPO (jalan penyebarangan orang) yang disepakati pangulu Simpang Panei Firwanto Frans Siburian.
Laporan : anton garingging











