Harga Cabai Di Kota Tebingtinggi Dua Kali Lipat ‘Semakin Pedas’

Selasa, Juni 7th 2022. | EKBIS, Tebingtinggi | Dibaca 1,769 Kali

Harga bahan pangan melonjak di Pasar Gambir di Tebingtinggi

TEBINGTINGGI (mimbarsumut.com) – Harga sejumlah bahan pangan pokok di pasar tradisional di kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, Selasa (7/6), merangkak naik. Kenaikan terdapat pada komoditas cabai, yang merangka naik hingga hampir dua kali lipat dari harga biasanya.

Kenaikan harga bahan pangan pokok, di Pasar Gambir kota Tebingtinggi yakni, cabai merah yang biasanya dijual dengan harga 30 puluh ribu rupiah perkilo, kini naik menjadi 52 ribu rupiah perkilo.

Sedangkan cabai hijau, naik dari harga 20 ribu rupiah perkilo menjadi 40 ribu rupiah perkilo. Sementara cabai rawit dari harga 25 ribu rupiah perkilo, kini naik menjadi 48 ribu rupiah perkilo.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah, yang semulanya harga 12 ribu rupiah perkilo, naik menjadi 42 ribu rupiah perkilo gramnya. Sedangkan harga bahan pangan lainnya seperti, tomat dan kol naik rata-rata 4 ribu rupiah per kilogramnya.

Selain bumbu dapur, kenaikan harga yang signifikan juga terjadi pada komoditas telur ayam. Saat ini, telur ayam dengan ukuran super dijual 54 ribu rupiah perkotak (papan) yang berisikan 30 butir telur,padahal biasanya telur ayam super dijual 45 ribu perkotak.

Menurut salah seorang pedagang B. Manik (55), kepada wartawan mengatakan,kenaikan harga bahan pangan hari ini lebih tinggi dibandingkan saat lebaran lalu. Kenaikan harga disebabkan berkurangnya pasokan ke pasar, mengakibatkan omzet jual beli para pedagang menurun.

Hal ini dikarenakan konsumen para pembeli mengurangi jumlah pembelian,kata B. Manik.

Ia mengharapkan agar Pemko Tebingtinggi dapat segera turun ke lapangan meninjau kenaikan harga bahan pangan, sekaligus pemerintah bisa mengatasi permasalahan kenaikan agar harga bisa normal kembali.harapnya.

Laporan : napit

Print Friendly, PDF & Email
Please follow,Share and Like us :
tags: , , ,

Related For Harga Cabai Di Kota Tebingtinggi Dua Kali Lipat ‘Semakin Pedas’