TEBINGTINGGI (mimbarsumut.com) – Hingga kini, masalah sampah di Kota Tebingtinggi belum teratasi. Setiap hari, beberapa titik di Kota Tebingtinggi tampak tumpukan sampah yang sangat mengganggu terhadap kesehatan.
Kondisi sampah di Kota Tebingtinggi ini, semakin diperparah ulah pencari ‘nasi busuk’ yang mengais – ngais tumpukan sampah yang membuat sampah semakin berserakan dan meluber ke pinggiran jalan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Tebingtinggi Harry Aryanto yang diwawancarai mimbarsumut.com, Rabu (15/10/2025) mengakui kondisi sampah yang belum teratasi.
“Setiap hari, ada lebih kurang 60 ton sampah di Kota Tebingtinggi. Namun, untuk mengangkut sampah itu, kita kewalahan akibat moda transportasi sampah yang masih kurang dan ada yang tidak laik pakai,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, Dinas LHK memiliki 11 truk yang laik pakai dan akan ditambah 2 unit lagi yang baru. 1 mobil truk hanya dapat mengangkut sampah 2 trip. Selain itu ada 2 unit Amrol yang bisa beroperasi 7 kali mengangkut sampah.
“Kita ke depan memikirkan untuk penambahan amrol yang dapat ditempatkan di lokasi pembuangan masyarakat. Jika sampah ditampung dalam amrol, maka sampah tidak lagi berserakan,” jelasnya.
Mengingat efesiensi anggaran, ‘pasukan kuning’ saat ini yang dipekerjalan tinggal 285 orang, sebut Harry Aryanto.
Akan tetapi, Kadis LHK ini sangat mengharapkan dalam menanggulangi sampah di Kota Tebingtinggi harus ada kerjasama dengan masyarakat. “Harus ada edukasi terhadap masyarakat dalam menanggulangi sampah,” tegasnya.
Laporan : napit











