P. SIANTAR (mimbarsumut.com) – Jalan Majapahit Gang Mutiara, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar diduga menjadi markas jual – beli sabu yang diperdagangkan dengan cara terang – terangan.
Kegiatan ini seperti terorganisir dan melibatkan banyak pihak. Walau warga sudah berkali-kali protes, namun hal itu tidak ditanggapi oleh para stakeholder sehingga kegiatan ilegal tersebut terus berjalan langgeng tanpa pernah mendapatkan tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polres Pematang Siantar.
Berdasarkan keterangan Bunga (nama samaran) warga setempat, kepada wartawan ia mengeluhkan karena para bandar sabu yang berjualan di sekitar gangnya berdomisili beroperasi bebas dan ia khawatir bisa berefek negatif terhadap generasi muda di lingkungan tersebut.
“Yang jualan itu namanya AD bang, udah bolak-balik kami protes tapi gak digubris juga, kami khawatir anak-anak kami bisa terpengaruh,” ungkap Bunga kepada awak media, Kamis (29/06/2023).
“Dulu Babin juga sudah bertindak, tapi ya gitu masih juga tetap ada penerusnya. Apalagi sekarang mereka sudah banyak yang baru keluar dari penjara,” imbuhnya.
“Tolong bilangin ke Pak Kapolres Pematang Siantar lah bang, suruh berantas dulu peredaran narkoba di Jalan Majapahit Gang Mutiara ini, kami warga resah semua,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Mawar (nama samaran), kepada awak media menjelaskan bahwasanya dulunya yang menjadi bandar sabu adalah JN, namun karena JN sedang berada di penjara kegiatan tersebut diteruskan oleh AD.
“Dulu yang jualan si JN, tapi sekarang si AD bang, bolak-balik seliweran orang lewat belanja barang haram tersebut di gang kami,” ucap Mawar.
Saat ditanya lokasi tempat biasa para bandar narkoba ini melakukan transaksi mawar menjelaskan silakan cek langsung ke TKP.
“Kalau transaksi ya di gang Mutiara itulah, depan kafe itu kan ada gang. Nah masuk gang itu rapat rumah dan banyak celah buat bertransaksi,” jelas mawar.
“Cuma bang orang luar yang sering datang belanja. Kalau boncengan yang satu nunggu di depan ini dengan keretanya, yang satulah masuk ke dalam buat belanja,” ujarnya menambahkan.
Masih kata Mawar, ada banyak kaki tangannya di lokasi tersebut. Kalau toke besarnya si KC jarang di sini, sesekali lah pulang karena sudah pernah tertangkap. Jadi sepertinya enggan dia tinggal di sini lagi, tandasnya.
Begitu juga dengan apa yang dikatakan Melati, warga Gang Mutiara ini resah karena ternyata Aparat Penegak Hukum yang seharusnya memberantas peredaran narkoba malah ikut dalam kegiatan terlibat tersebut.
“Makin ngeri peredaran di sini bang, tapi ialah bang polisi pun kadang ada juga yang belanja,” ucap melati.
Saat ditanya kok dirinya tahu bahwasanya polisi ikut berbelanja sabu tersebut melati menjawab singkat.
“Taulah bang, orang aku kenal. Tapi gak perlulah ya sampai kusebutkan namanya,” ketusnya.
Laporan : Anton garingging










