Wali Kota LSM LIRA dan HMI Kota Tebingtinggi Menilai Kinerja Polisi Belum Maksimal Atasi Geng Motor

TEBINGTINGGI (mimbarsumut.com) – Kejadian perkelahian dua geng motor di Jalan Setiabudi Link IV kelurahan Brohol, kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi pada Kamis dinihari (11/9/2025), membuktikan tak kondusifnya dan kurangnya kinerja Polres Tebingtinggi dalam megantisipasi keberadaan geng motor. Ini sebagai bahagian dari Kamtibmas Kota Tebingtinggi.

Demikian disampaikan Wali Kota LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kota Tebingtinggi, Ratama Saragih kepada mimbarsumut.com, Jumat (12/08/2025).

Peristiwa ini menjadi PR berat bagi jajaran Polres Tebingtinggi sebab jika Polres menyiasati dengan infomarsi intelejen yang akurat maka peristiwa ini tak bakal terjadi. Bahkan, Polres Tebingtinggi sejatinya sudah mengantongi nama-nama geng motor yang berpotensi meresahkan masyarakat apalagi orang tua murid khusunya.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Wisnu Hermawan patut mengevaluasi kinerja Polres Tebingtinggi.

Lagi pula sebut Jejaring Ombudsman Sumut ini, wilayah hukum Polres Tebingtinggi tak seluas Polrestabes Medan dan Polres lainnya, sehingga kemudian menyikapi adanya geng motor saja di Jalan Setia Budi Link IV Kelurahan Brohol Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, tak mampu. Ini sebagai bahagian dari Kamtibmas Kota Tebingtinggi.

Hal ini juga menjadi PR yang berat bagi jajaran Polres Tebingtinggi sebab jika Polres menyiasati dengan infomarsi intelejen yang akurat maka peristiwa ini tak bakal terjadi. Bahkan, Polres Tebingtinggi sejatinya sudah mengantongi nama-nama geng motor yang berpotensi meresahkan masyarakat apalagi orang tua murid khusunya.

Ketua HMI Tebing Tinggi Desak Polres Tindak Tegas Geng Motor dan kejahatan Jalanan sejenisnya

Tanggapan senada juga disampaikan Ketua HMI Komisariat (P) Lafran Pane Tebingtinggi, Jihan Akbar, menilai aparat belum menunjukkan ketegasan yang cukup dalam menindak geng motor dan berbagai bentuk kejahatan jalanan.

Ia menegaskan patroli dan razia yang selama ini digelar Polres Tebingtinggi belum memberi efek jera. “Kalau hanya ditilang atau ditegur, mereka akan mengulangi lagi. Harus ada langkah hukum yang tegas,” ujarnya.

Menurutnya, geng motor bukan lagi persoalan kenakalan remaja, melainkan tindak kriminal yang meresahkan masyarakat luas.

Jihan mendesak Polres Tebingtinggi untuk meningkatkan patroli di titik rawan, mengambil tindakan hukum serius terhadap para pelaku, serta menggandeng sekolah dan masyarakat agar pelajar tidak terjerumus dalam aksi geng motor.

“Keamanan adalah hak warga. Polres harus hadir lebih serius agar kota ini tidak terus dihantui rasa takut,” tegas Jihan Akbar.

Penutupnya, Jihan berharap agar kasus bentrokan ini menjadi yang terakhir di Tebingtinggi. Ia menekankan bahwa kepolisian, pemerintah, dan masyarakat harus bersatu menjaga kota agar tetap kondusif. “Jangan sampai korban baru berjatuhan hanya karena aparat lalai mengambil tindakan cepat,” pungkasnya.

Laporan : napit

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed